Newsoul Tentang "Chicken Soup for The Soul"



Rasanya sejak tahun 90'an seri tulisan Chicken Soup sudah banyak beredar. Tetap saja, saya tidak terlalu akrab dengan jenis tulisan ini. Saya tidak begitu menggemari jenis tulisan Chicken Soup, meski mungkin pernah membacanya. Maka ketika seorang teman, Anazkia, mengajak menulis buku keroyokan dengan jenis tulisan chicken Soup, he saya jadi nyengir kuda. Bingung. Artinya, saya harus mulai mengakrabkan diri dengan jauh jenis tulisan ini.

Tidak semua tulisan yang menggugah atau yang bersifat inspirasi bisa digolongkan sebagai jenis Chicken Soup For The Soul. Seri tulisan ini memiliki lisensi khusus. Rasanya seperti itu. Daripada dilanda penasaran sayapun ke toko buku mencari buku dengan kategori Chicken Soup ini. Tentu saja mudah sekali didapat (Seperti gambar di atas). Di halaman awal saya disambut oleh Puisi Maya Angelou berjudul "Wanita Hebat". Puisi yang membuat saya mual, entah kenapa. Saya buka isinya lebih lanjut. Beberapa tulisan saya baca selintas. Hehe, bahasanya terlalu mendayu-dayu. Buku itu akhirnya saya letakkan. Insyaallah lain waktu akan saya baca.

Kenapa saya mual ? Apa yang salah dengan buku yang saya baca ini ? Apa yang salah dengan pengertian saya tentang "Chicken Soup For The Soul" selama ini. Segera saja saya searching ke wikipedia. Chicken Soup for the Soul adalah sebuah seri buku, biasanya menampilkan kumpulan cerita inspirasional padat dan pendek dan essai motivasi. Lisensi seri ini dikelola oleh Jack Canfield dan Mark Victor Hansen. Disebut Chicken Soup For The Soul, karena jenis tulisan ini ditujukan sebagai penggugah jiwa. Sebagaimana sup ayam (chicken soup) yang sangat baik dan dibutuhkan bagi mereka yang sedang lemah/sakit.

Ya, tidak ada yang salah dengan seri Chicken Soup For The Soul, kecuali gaya tulisannya yang terlalu mendayu-dayu buat saya. Asli, ini karena selera saya memang buruk, haha. Hanya saja secara secara tidak saya sadari mungkin tulisan saya, meski berbeda gayanya, sudah mengarah ke jenis tulisan Chicken Soup For The Soul. Mungkin beberapa teman lain telah sering pula membuat jenis tulisan Chicken Soup For The Soul dengan gayanya masing-masing.

Begitulah sedikit ulasan tentang Chicken Soup For The Soul. Siapapun bisa membuat jenis tulisan ini dengan gayanya masing-masing. Saya, tentu saja ala "Newsoul" dan tidak dengan bahasa yang mendayu-dayu. Sekarang, cari inspirasi dulu ah untuk pesanan Anazkia.

Comments

  1. aku belum pernah baca chicken soup mbak, ntar deh gugling-gugling, jadi penasaran semendayu-dayu apa?

    ReplyDelete
  2. akupun juga blom pernah baca, baru tahu n denger kali ini.. good post

    ReplyDelete
  3. baru tau ada puisi yang bisa membuat mual..
    Mohon maaf lahir batin mbak.
    baru sempat mampir.

    ReplyDelete
  4. Kebetulan chicken soup sangat populer ketika saya masih remaja gaya penulisannya memang cocok untuk usia tertentu dan sangat kebetulan digandrungi oleh pembaca usia remaja. Walau tidak menutup kemungkinan dibaca oleh usia yang tak terbatas. Namun demikian chicken soup bagi saya, hanyalah sebuah referensi untuk mencari jati diri.

    Jika Ibu merasa mual dengan sebuah puisi, berarti puisi tesebut telah sampai...he..he..

    Selamat sore.....saya mampir...
    Mungkin begitu........

    ReplyDelete
  5. @Antaresa, mendayu-dayu mungkin bisa diartikan sangat menguras emosi
    @Ahmad F, sama-sama Ahmad
    @Setiawan, haha, abis isinya terlalu narsis dan agak aroggan buat saya yang seleranya kampungan bang
    @Boyke Satrian Negara, hei apa kabar?. He, di buku saya di atas sudah diterjemahkan dan diberi judul Wanita Hebat,
    ini aslinya,

    Phenomenal woman

    Pretty women wonder where my secret lies.
    I'm not cute or built to suit a fashion model's size
    But when I start to tell them,
    They think I'm telling lies.
    I say,
    It's in the reach of my arms
    The span of my hips,
    The stride of my step,
    The curl of my lips.
    I'm a woman
    Phenomenally.
    Phenomenal woman,
    That's me.

    I walk into a room
    Just as cool as you please,
    And to a man,
    The fellows stand or
    Fall down on their knees.
    Then they swarm around me,
    A hive of honey bees.
    I say,
    It's the fire in my eyes,
    And the flash of my teeth,
    The swing in my waist,
    And the joy in my feet.
    I'm a woman
    Phenomenally.
    Phenomenal woman,
    That's me.

    Men themselves have wondered
    What they see in me.
    They try so much
    But they can't touch
    My inner mystery.
    When I try to show them
    They say they still can't see.
    I say,
    It's in the arch of my back,
    The sun of my smile,
    The ride of my breasts,
    The grace of my style.
    I'm a woman

    Phenomenally.
    Phenomenal woman,
    That's me.

    Now you understand
    Just why my head's not bowed.
    I don't shout or jump about
    Or have to talk real loud.
    When you see me passing
    It ought to make you proud.
    I say,
    It's in the click of my heels,
    The bend of my hair,
    the palm of my hand,
    The need of my care,
    'Cause I'm a woman
    Phenomenally.
    Phenomenal woman,
    That's me.

    ReplyDelete
  6. aku belum pernah membaca buku seperti ini bu dan memang rasanya nggak berminat juga

    ReplyDelete
  7. sebelumnya Minalaidin walfaiadzin y mba....

    wah, kalo untuk yang atu ini kita sepertinya berbeda selera mba hehe...

    buku chicken soup for the soul merupakan salah satu buku fav saya...

    ya ga semua edisi sih, paling suka for mother...

    keren mba.. dan saya pernah kasi kado ini buat mama saya... so punya kenanganlah hehe

    ReplyDelete
  8. Selamat pagi Mbak, sebelumnya selamat Idul Fitri (walaupun sudah telat sangaaaaat!).

    Hahahaa... Saya jadi tertawa karena bisa mual baca puisi. Tapi saya pun pernah mengalami hal yang sama terhadap buku yang sangat bagus pula. Mungkin karena jiwa kita saat itu sudah cukup penuh, jadinya malah tumpah dan malas baca yang mendayu2 ya?

    Eniwei, selamat berkolaborasi ;)

    ReplyDelete
  9. Kebetulan chicken soup sangat populer ketika saya masih remaja gaya penulisannya memang cocok untuk usia tertentu dan sangat kebetulan digandrungi oleh pembaca usia remaja.

    ReplyDelete
  10. Pernah juga saya mengalami seperti anda, mual karena memaksakan baca buku yang tidak saya sukai, mungkin hanya masalah selera saja.!

    ReplyDelete
  11. Tapi saya pun pernah mengalami hal yang sama terhadap buku yang sangat bagus pula. Mungkin karena jiwa kita saat itu sudah cukup penuh..

    ReplyDelete
  12. loh loh loh aku malah suka banget chicken soup loh bunda apalagi buat teenagers soul hihi ;p

    ReplyDelete
  13. o0o, jadi ini buku chicken soup, kirian buku makanan kirain buku sprti ini, ahahaha

    ReplyDelete
  14. apa kabar Mbak? lama gak berkunjung ke blog ini.. Lebaran tadi ke mana aja? Apa pulang kampung atau di PLG? Pengen deh kopi darat suatu saat..

    ReplyDelete
  15. saya suka "chicken-shoup" nya aja bunda, ga suka bukunya. :D

    ReplyDelete
  16. @all (Berpikir Positif, Ega, G Siahaya, Cannes, Aura Pelupa, Printing, Atanotonegoro, Laksamana Embun, Rita Asmara, 3Matra, semua) terimakasih komentarnya. G Siahaya, terimakasih ucapan Idul Fitrinya. Mbak Rita, saya baik-baik saja. Hm, kapan ya kita kopdar ?

    ReplyDelete
  17. baca Chicken Soup memang kadang2 dapet tulisan yg bagus banget kok. Contohnya Chicken Soup yg untuk Writer. Bagus banget tuh!

    ReplyDelete
  18. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    ReplyDelete
  19. Udah baca sejak lama postingan ini. Kali ini baru komentar :)

    Sebetulnya, tulisan chicken soup itu sederhana, tidak harus emnday2, kalau kita terpaku pada teori buku yang menadyu2 seperti itu, susah kayaknya Mbak. Soalnya, seperti yang Mbak bilang penulis kan punya sense sendiri2 :)

    Wallahu'alam

    ReplyDelete
  20. @Fanda, betul sekali, tergantung dapatnya ya. Pasti banyak buku 'Chicken Soup" lain yang menarik
    @Yohan Wibisono, saya sudah kesana lho
    @Anazkia, hehehe, soal mendayu-dayu justru gak ada di teorinya na. Itu penilaian saya. Penilaian sangat tergantung selera.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. saya suka membaca buku chicken soup, walawpun memang belum semuanya..

    saya baru belajar membuat blog dan kebetulan blog aq berisi tentang cerita - cerita yang ada di chicken soup .. boleh mampir liat dan berikan comment, saran serta kritikan ..
    http://story-of-soul.blogspot.com/

    salam kenal semuanya dan trima kasih ..

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts